Jaga Kebugaran Selama Puasa dengan Prinsip FITT

Jaga Kebugaran Selama Puasa dengan Prinsip FITT

Olahraga disarankan dua jam sebelum atau dua jam setelah berbuka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Puasa bukan menjadi penghalang untuk melakukan olah raga. Justru dengan olahraga bisa menjadi poin penting untuk menjaga kebugaran dan keseimbangan kondisi tubuh selama menjalani ibadah puasa. 

Menurut Pakar Kedokteran Fisiologi Zaenal Muttaqien Sofro, untuk menjaga  kebugaran selama puasa perlu menerapkan prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time dan Type). Olahraga sebaiknya dilakukan 3-5 kali dalam sepekan dan setiap kali olahraga memerlukan waktu 30 menit.

“Olahraga prinsipnya menanam mitokondria. Maka energi yang dihasikan banyak. Namun olahraga tidak boleh berlebihan maksimal lima kali sepekan dan setiap kali berlolahraga maksimal 40 menit, karena kalau berlebihan justru tubuh akan diracuni radikal bebas,” kata Sofro pada saat Talkshow Kesehatan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM dengan tema Menjaga Kesehatan Optimal Selama dan Pasca Puasa, di Ruang Theater Gedung Perpustakaan FKKMK UGM, Kamis (31/5).

Kalau kurang olahraga akan gampang capek, karena energi oksigen kurang, maka yang muncul asam susub (zat pelelah). Karena itu meskipun di Bulan Ramadhan harus tetap berolahraga dan waktunya dua jam sebelum berbuka puasa atau dua jam setelah berbuka puasa. 

“Kalau sedang berpuasa, jangan olahraga pagi hari, karena nanti saat sore tenggorokan kering. Hidrasi harus cukup yakni delapan gelas minimal,” ucapnya.

Dikatakan Sofro, seringkali ibu-ibu mengatakan dirinya menganggap menyapu, mengepel, naik turun tangga itu sudah olahraga. Itu bukan olahraga melainkan hanya aktivitas fisik. Ia menyebut yang dinamakan olahraga itu harus dengan prinsip yang benar yakni FITT dan mengakibatkan tubuh bugar dan fresh. 

“Tentu saja pada saat olahraga jogging harus menggunakan sepatu/alas yang bagus karena hentakan-hentakan sampai lutut, panggul dan tulang belakang, sehingga harus dilindungi,” jelasnya.

Lebih lanjut Sofro mengungkapkan dalam berolahraga selain prinsip FITT, juga tak kalah penting diawali dengan pernafasan , melibatkan otot-otot besar, gerakan harus berirama dan bersemangat. 

Selanjutnya Pakar Gizi Kesehatan FKKMK UGM Dian Caturini Sulistyoningrum mengatakan asupan cairan pada saat puasa sebaiknya dua gelas saat berbuka, empat gelas setelah taraweh hingga sebelum tidur dan dua gelas saat sahur. Pada saat berbuka puasa jangan minum yang mengandung kopi dan teh karena menyebabkan diuretik dan jangan mengonsumsi soda karena menyebabkan perut kembung.

Porsi makanan yang dikonsumsi selama berpuasa adalah sepertiga karbohidrat (nasi merah, nasi coklat, kentang, jagung, gandung, oat), sepertiga sayuran yang bervariasi warnanya dan berganti-ganti dan tidak terlalu mahal dan sepertiga lagi berupa lauk dan buah. Pada saat berbuka puasa minum satu gelas dan kurma (kalau ada ). 

Kurma sangat baik karena mengandung banyak kalium dan magnesium yang dibutuhkan tubuh dan mengandung gula alami. Jangan konsumsi karbohidrat dan gula sederhana yang berlebihan karena akan menyebabkan mudah lapar.

Sumber Berita Republika.co.id Sbobet | Poker Indonesia | Master Agen Bola

Ngebetbola.com Berkomitmen Memberikan Kenyamanan, Keamanan & Kepuasan Untuk Semua Member Setia, Setiap Saran & Masukan Dari Anda Adalah Kunci Membangun Perusahaan Kearah Yang Lebih Cemerlang. Apabila Staf Kami Memberikan Service Yang Kurang Maksimal, Jangan Ragu Dan Mohon Hubungi Kami Melalui KLIK DISINI Untuk Memberitahukan Masukan Anda ke Pihak Operasional Manajemen NgebetBola.com

Senior Master Agen
+855-969-788-060
2AB05010
cs1_ngebetbola