Mengenang Pancasila Melalui Buku Tjamkan Pantja Sila!

Mengenang Pancasila Melalui Buku Tjamkan Pantja Sila!

Selain peluncuran buku, juga diluncurkan Prangko Bung Karno di Sidang BPUPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pos Indonesia (Persero) bersama Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI dan Komunitas Jas Merah meluncurkan buku berjudul Tjamkan Pantja Sila! yang ditulis oleh Muhammad Yamin, di Gedung Filateli, Jakarta, Kamis (31/5). Peluncuran buku tersebut dalam rangka memperingati 73 Tahun lahirnya Pancasila pada 1 Juli 2018. Acara tersebut dihadiri Presiden RI yang kelima, Megawati Soekarno Putri. 

Buku tersebut disusun oleh Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka bersama Mujib Hermani, Vera T Tobing, dan M Hervianto. Buku tersebut dicetak oleh Deri Yasman dan diterbitkan oleh Jas Merah. 

Dalam sambutannya, Rieke menjelaskan, buku tersebut memuat secara utuh pidato Muhammad Yamin pada 5 Juni 1958. Pidato Muhammad Yamin tersebut disampaikan pada perayaan ke-13 tahun lahirnya Pancasila pada 5 Juni 1958 di Istana Negara, Jakarta. Penyusun sengaja menampilkan hasil digital scanning dari arsip otentik Muhammad Yamin, arsip ANRI No 545. Sehingga, tidak melalui proses edit dan penyempurnaan ke dalam Ejaan Yang Disempurnakan. 

“Tujuannya, agar pembaca dapat menjadi bagian dari pengungkapan sejarah bangsa,” jelas Rieke. 

Buku tersebut merupakan awal dari rangkaian seri ‘Tajmkan Pantja Sila!’. Bagian kedua berisi Pidato 1 Juni 1945 dan kursus-kursus Bung Karno tentang Pancasila tahun 1958 dan 1959. 

Selain peluncuran buku, juga diluncurkan Prangko Bung Karno di Sidang BPUPK. Prangko tersebut berisi foto-foto Bung Karno pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Selain itu, juga digelar Pameran mengenai lahirnya Pancasila dari 31 Mei sampai 4 Juni 2018. 

“Setiap hari kami menyiapkan 50 sampai 100 buku dan prangko gratis. Masyarakat silakan datang,” ujar Rieke. 

Kepala Arsip Nasional RI, Mustari Irawan, mengatakan, pameran tersebut merupakan kerjasama ANRI, PT Pos dan Komunitas Jas Merah. Tahun lalu, ANRI juga menggelar pameran di Gedung Pejambon. 

Mustari menjelaskan, ANRI mempunyai khasanah arsip banyak sekali yang menjadi harta karun tak terkira. Di antara sekian banyak arsip-arsip yang sangat penting, yakni arsip proses pembentukan NKRI terutama pada saat pembahasan BPUPKI yang membahas dasar negara dan konstitusi.

“Tidak semua masyarakat mengetahui dan melihat langsung arsip-arsip asli. Karena kami menjaga sekali agar arsip-arsip asli tidak hilang dan rusak,” kata Mustari. 

Oleh karena itu, ANRI berkomitmen merawat arsip-arsip tersebut seperti merawat NKRI. Untuk melakukan diseminasi penyebarluasan dari nilai-nilai Pancasila maka ANRI, PT Pos dan Jas Merah mengelar pameran arsip-arsip yang terkait dengan Pancasila. 

Di samping itu, tahun ini ANRI berkeinginan mengusulkan arsip-arsip tentang Presiden Sukarno kepada Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (Unesco). “Kami mohon dukungan agar apa yang kami nominasikan diterima Unesco. Karena pemikiran-pemikiran Sukarno sudah melewati batas waktu dan negara dan masa yang akan datang. Sehingga harus dinominasikan sebagai ingatan dunia,” ungkap Mustari. 

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Gilarsi Wahyu Setijono, mengatakan, pada Agustus 2018 nanti PT Pos Indonesia berumur 272 tahun. Sejak didirikan pertama pada 1746, PT Pos dinilai telah menunjukkan kreativitas dengan memanfatakan infrastruktur dan jaringan bisnis yang telah terbangun. Jaringan kantor pos telah melebihi 10 ribu kantor di seluruh Indonesia. Pos Indonesia memiliki peran dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) salah satu bukti fisik berupa tugu prasati. Sedangkan bukti non fisik berupa sistem kode pos.

“Tugu prasasti ini untuk mendukung program Nawacita memperkuat daerah-daerah dan desa- desa dalam kerangka NKRI. Tugu Prasasti ditempatkan di wilayah perbatasan. Bangunan ini dimulai sejak 2012 sampai 2017 sudah dibangun di 107 lokasi,” terang Gilarsi. 

Menurutnya, peluncuran buku tersebut sangat penting bagi pembinaan bangsa untuk lebih memahani falsafah Pancasila. Sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembinaan ideologi Pancasila. Selain itu, para komunitas filatelis juga kerap mengadakan pameran yang mengandung sejarah bangsa Indonesia. 

Sumber Berita Republika.co.id Sbobet | Poker Indonesia | Master Agen Bola

Ngebetbola.com Berkomitmen Memberikan Kenyamanan, Keamanan & Kepuasan Untuk Semua Member Setia, Setiap Saran & Masukan Dari Anda Adalah Kunci Membangun Perusahaan Kearah Yang Lebih Cemerlang. Apabila Staf Kami Memberikan Service Yang Kurang Maksimal, Jangan Ragu Dan Mohon Hubungi Kami Melalui KLIK DISINI Untuk Memberitahukan Masukan Anda ke Pihak Operasional Manajemen NgebetBola.com

Senior Master Agen
+855-969-788-060
2AB05010
cs1_ngebetbola