Napi Muslim di Penjara Alaska Diberi Makan Daging Babi

Napi Muslim di Penjara Alaska Diberi Makan Daging Babi

Pihak berwenang diskriminatif karena menolak memberi makanan yang sesuai.

REPUBLIKA.CO.ID, ALASKA — Seorang Hakim Distrik AS, H Russel Holland memutuskan penjara Anchorage Correctional Complex harus menyediakan makanan yang sesuai untuk tahanan Muslim. Putusan ini setelah penjara dituntut karena memberikan daging babi untuk makan saat Ramadhan.

Dilansir di World Religion News, narapidana melaporkan mereka juga sempat mengalami kelaparan. Tuntutan diajukan Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) atas nama dua tahanan Muslim yang dipenjara di penjara Alaska tersebut.

Gugatan hukum ini mengklaim pejabat Kompleks Pemasyarakatan Anchorage melanggar hak konstitusional narapidana. Pihak berwenang juga menunjukkan perilaku diskriminatif karena menolak memberikan sarana dan makanan yang diperlukan selama Ramadhan.

Hakim telah mengeluarkan perintah darurat untuk menyediakan makanan yang bebas dari produk daging babi. Makanan juga harus bergizi demi keperluan berpuasa di siang hari.

Ramadhan dimulai pada 16 Mei di AS dan diperkirakan akan berakhir pada 15 Juni. Umat Muslim yang mampu berpuasa dari terbitnya matahari sampai terbenam.

Narapidana terbatas pada jadwal makan komplek yang ketat dan tidak sesuai dengan syarat puasa. Sesuai kebijakan yang diikuti Departemen Pemasyarakatan, kepala penjara harus membuat prosedur untuk memberi ruang bagi praktik keagamaan.

CAIR yang mengajukan gugatan itu atas nama Anas Dowl dan Ernest Jacobsson. Menurut mereka, penjaga memberi makan dengan kantong dan makanan yang disediakan jauh lebih kecil daripada yang diberikan kepada narapidana lain.

Keduanya juga mengatakan roti isi bolognais yang ditawarkan kepada mereka mengandung daging babi. Gugatan itu menyatakan penggugat menderita gangguan kesehatan seperti rasa lapar, pusing, kekurangan gizi, dan kelaparan.

Keluhan menyatakan makanan dari narapidana disita pada hari tertentu selama razia sel. Mereka diperintahkan tidak menyimpan makanan apa pun di dalam sel mereka.

Sebagai hukuman, nama-nama narapidana Muslim itu dihapus dari “daftar Ramadhan” dari penjara. Mereka pun tidak mendapatkan makanan yang dikantongi di hari berikutnya. Ini membuat mereka kelaparan selama dua hari.

Sumber Berita Republika.co.id Sbobet | Poker Indonesia | Master Agen Bola

Ngebetbola.com Berkomitmen Memberikan Kenyamanan, Keamanan & Kepuasan Untuk Semua Member Setia, Setiap Saran & Masukan Dari Anda Adalah Kunci Membangun Perusahaan Kearah Yang Lebih Cemerlang. Apabila Staf Kami Memberikan Service Yang Kurang Maksimal, Jangan Ragu Dan Mohon Hubungi Kami Melalui KLIK DISINI Untuk Memberitahukan Masukan Anda ke Pihak Operasional Manajemen NgebetBola.com

Senior Master Agen
+855-969-788-060
2AB05010
cs1_ngebetbola